William Gosal

William Gosal

08 Jul 2021 17:04

Berbekal semangat jiwa milenial dan naluri bisnis yang terasah, William melangkah pasti di dunia bisnis smart home yang di Indonesia masih belum terlihat arah anginnya.

 
Jamane jaman edan, yen ora edan ora keduman (Zaman sudah gila, jika tidak gila maka tidak akan kebagian). Ungkapan populer masyarakat Jawa yang diambil dari ramalan terkenal Jayabaya ini bisa ditafsirkan dari sisi lain di era digital yang ‘edan’ (baca: serba canggih) sekarang ini. Maka, siapa yang tidak ‘ikut edan’ (tidak bisa mengikuti kecanggihan zaman), pasti bakal ‘ora keduman’ (baca: selalu ketinggalan).
   Kira-kira itulah yang dirasakan oleh William Gosal, Founder & CEO Handyman Smart Home. Pemuda asal Surabaya ini merasa perlu mengedukasi tentang kecanggihan teknologi digital kepada masyarakat. Ini dilakukan sejalan dengan proses penjualan produk andalannya, Handyman Smart Home System. “Saat ini masyarakat masih membutuhkan edukasi tentang smart home, mengingat teknologi ini masih tergolong baru di Tanah Air. I think it’s the best time to start this trend in Indonesia. We are on the right track,” paparnya kepada ACHEVÉE beberapa waktu lalu.
   Apalagi masih ada juga kalangan yang beranggapan bahwa smart technology itu sulit digunakan dan ribet. Menurut William, anggapan ini muncul karena ketidaktahuan saja. “Disebut smart itu, kan, karena teknologi sebenarnya memudahkan. If it’s not simple, then it’s not smart,”  kilah pria 23 tahun ini.

   Berbagai cara edukasi pun dilakukan, seperti melalui pameran di pusat perbelanjaan, media sosial, merchant, dan melalui kerja sama dengan jaringan developer properti. Cara ini tampaknya cukup efektif, mengingat menurut pengakuan William, penjualan dengan disertai edukasi tentang produk berhasil mengangkat 30 persen tingkat penjualan rumah. “Saya yakin dalam tiga tahun ke depan, seiring terjadinya bonus demografi, masyarakat Indonesia akan menerima teknologi smart home dengan baik dan makin banyak diminati,” tandas pria yang berulang tahun tiap 24 September ini.

TENTANG HANDYMAN

Kita tahu, smart home adalah istilah untuk menyebut hunian canggih yang memanfaatkan teknologi digital guna mengintegrasikan seluruh perangkat di dalam rumah dalam satu kendali. Dengan teknologi ini kita bisa mengontrol peralatan elektronik, seperti televisi, lampu, AC, CCTV, dan sebagainya melalui satu aplikasi yang di-install di gawai pribadi. Efektif dan efisien, kapan dan di mana pun kita berada.
   Handyman sendiri menyediakan beragam peralatan yang simpel dan mudah digunakan untuk membuat ‘rumah pintar’. Ada  26 varian, dari lighting, kontrol suhu udara, security censor, cleaning, doorlock, dan masih banyak lagi. Namun tak sekadar menjual, Handyman sekaligus menyediakan konsultasi, desain, dan instalasi bagi customer-nya.
   Singkat cerita, William mulai mengembangkan Handyman pada tahun 2017, dan menjual produknya setahun kemudian. Ia mengklaim Handyman sebagai produk smart home system pertama di Indonesia yang mengantongi legalitas dari Kementerian Kominfo dan mempunyai offline store. Legalitas ini tentu menjadi nilai lebih dari Handyman karena menjadi jaminan produk yang tepercaya. Untuk diketahui, banyak produk smart home yang dijual secara daring tanpa legalitas sehingga membuat kita berpikir ulang untuk membelinya.
   Mengingat produk digital yang menggunakan internet, tentu faktor keamanan dari peretas menjadi begitu penting. Ini yang menjadi perhatian utama William. Ia menegaskan bahwa produknya sudah dilengkapi dengan perlindungan keamanan yang memadai. “Aplikasi kami dijual di App Store yang kita tahu keamanannya sangat terjamin,” katanya. “Review dari beberapa customer juga menunjukkan bahwa produk kami aman. Selain itu kami juga menerapkan two-factor authentication (2FA) dengan sistem OTP (on time password) ke email untuk menambah keamanan pengguna,” ujar lajang yang sering membagikan tip dan trik seputar bisnis dan teknologi di akun pribadi Instagram-nya @williamgosal ini.
   Hingga kini Handyman sudah memiliki 14 showroom di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar, serta sudah digunakan oleh lebih dari 2.000 keluarga Indonesia. Tak hanya untuk smart home, Handyman juga menyediakan produk-produk untuk smart office. Bahkan pada tahun ini William sudah mempunyai rencana untuk mengembangkan bisnisnya untuk smart apartment dan smart hotel.
KELUARGA PENGUSAHA
Dibesarkan oleh keluarga entrepreneur, tak salah bila jiwa bisnis William sudah terpupuk sejak dini. Ia sudah terbiasa membantu kedua orang tuanya yang menjalankan usaha sebagai importir bahan-bahan bangunan. Rupanya mereka sedang berusaha mewariskan jiwa bisnisnya kepada anak bungsu dari tiga bersaudara ini.
   Meski mengaku cita-citanya tidak jelas, William tumbuh dengan keinginan untuk menjadi seorang pengusaha. Keinginannya tersebut terus menguat dan mencapai puncaknya ketika duduk di bangku kuliah. Mengambil pendidikan bisnis dan juga teknologi di beberapa negara, langkah William pun kian pasti. Handyman merupakan jejak pertamanya di dunia bisnis.
   Handyman merupakan hasil kejeliannya melihat peluang bisnis di era internet of things sekarang ini. Saat itu pikirnya hanya satu, bagaimana membuat hidup ini lebih mudah lewat teknologi yang berkembang. “Sayang banget kalau dilewatkan. Kita tidak boleh ketinggalan oleh negara lain. Sebab bila tidak update, kita yang akan ‘tergilas’ oleh teknologi. Dan saya mau kita sama-sama menyadari hal ini,” ungkap William yang sering dibilang pria visioner ini sambil tersenyum.

   William merintis usahanya sebelum orang-orang menyadari akan pentingnya kebutuhan digitalisasi untuk rumah tangga. Ia yakin di tahun 2023 teknologi ini akan booming di Indonesia. Pada saat itu Handyman sudah menjadi pemain yang sangat diperhitungkan. “Saya ini bukan siapa-siapa, tapi saya belajar melihat kesempatan dan peluang bisnis yang bisa diterapkan di indonesia. Sebagai sebuah konsep, smart home bukanlah ide baru, tapi untuk memasarkannya di Indonesia butuh strategi yang berbeda dengan di luar. Menurut saya, ini sebuah tantangan sekaligus peluang besar,” ujar penyuka olahraga tenis meja ini.
   Berbisnis, apalagi bisnis masa depan seperti smart home system, sangat berkaitan dengan risiko. Tentang hal ini, William mengaku sadar benar dan sudah siap menghadapinya. Menurutnya, sebagai pebisnis kita harus berani mengambil risiko dan yakin dalam membuat keputusan. Kalau menang—dalam artian benar mengambil keputusan—kita akan menjadi besar. Tapi kalau pun salah ambil keputusan, kita akan menjadi orang yang lebih bijak. “Itu pedoman hidup yang saya jalani hingga saat ini. Sebagai pengingat bahwa menjadi manusia harus berdampak satu sama lain dan tetap rendah hati,” ucapnya kalem.
   Pun dalam memilih partner untuk urusan finansial, William yakin dalam memilih Bank Mandiri seperti yang sudah dilakukan orang tuanya sejak lama. “Jangkauan sangat luas sampai seluruh pelosok Indonesia. Transaksi dengan rekan di Indonesia Timur pun menjadi sangat mudah,” akunya.
   William mengaku sangat menyukai pekerjaannya sehingga hari-harinya selalu diisi dengan bekerja dan bekerja. Bahkan di akhir pekan pun pengidola bos Tesla, Elon Musk, ini tak pernah libur meninjau proyek atau melakukan meet-up dengan beberapa mitra bisnis.  William yakin ia berada di jalur yang benar. Dan ia sudah berangan-angan untuk terus mengembangkan bisnis di bidang yang ia kuasai—teknologi informasi—di masa mendatang. “Masih banyak yang ada di kepala, dan mudah-mudahan semuanya dapat membantu banyak orang yang membutuhkan di masa mendatang,” pungkas William menutup perbincangan.

 





 

About Us

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Wealth Management Group
Menara Mandiri 1 Lantai 22-23
Jln. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Senayan, Jakarta
12190