6 FAKTA PENYAKIT ALZHEIMER YANG ANDA WAJIB TAHU

6 FAKTA PENYAKIT ALZHEIMER YANG ANDA WAJIB TAHU

30 Aug 2020 23:46

Selain kanker dan penyakit jantung, ada satu lagi penyakit yang juga disebut-sebut menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia, yaitu Alzheimer. Bahkan, The Alzheimer's Association menyebutkan bahwa penyakit Alzheimer adalah satu-satunya dari 10 penyebab kematian teratas di AS yang tidak memiliki metode pencegahan, penyembuhan, atau bahkan untuk memperlambat. Diprediksi, pada 2040 nanti penyakit ini menjadi penyebab kematian keempat terbanyak di Amerika Serikat dengan merenggut 14 juta jiwa.

Pada tahun 2016 lalu lebih dari 46 juta jiwa warga dunia terserang penyakit Alzheimer, dan 22 juta di antaranya berada di Asia. Di Indonesia sendiri, pengidap penyakit ini sudah mencapai satu juta orang pada tahun 2013. Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat hingga empat juta orang pada tahun 2050.

Meningkatnya penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya angka harapan hidup yang berdampak pada meningkatnya lansia. Untuk diketahui, penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang berusia di atas 65 tahun, meski dapat juga dialami pada usia lebih dini, sekitar 40 tahun.

Agar Anda mengenal lebih dekat, berikut pemaparan fakta-fakta tentang penyakit yang lebih banyak menyerang wanita ini.Nama penyakit

1.  Alzheimer didedikasikan untuk dokter penemunya.
    Pada tahun 1906, dr. Alois Alzheimer dari Jerman mempunyai seorang pasien yang memiliki masalah pada fungsi otaknya. Ketika pasien tersebut meninggal dunia, sang dokter mencatat adanya penyusutan pada bagian otak pasien yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Hingga kini, gangguan penurunan fisik dan fungsi otak yang turut memengaruhi emosi, daya ingat, dan pengambilan keputusan dinamakan penyakit Alzheimer.

2. Belum diketahui penyebabnya.
    Penyebab penyakit Alzheimer belum ditemukan hingga sekarang. Namun, para ahli yakin bahwa penyakit ini dipicu oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, gaya hidup, serta lingkungan. Begitu pun pengaruhnya terhadap otak sudah jelas, yaitu merusak dan menghancurkan sel otak secara perlahan. Pengidap penyakit ini akan mengalami plak dan penumpukan protein abnormal di sekitar dan di dalam sel yang berdampak pada gangguan komunikasi.

3. Belum ada obat untuk penyakit Alzheimer.
    Penelitian untuk memformulasikan obatnya terus dilakukan, namun hingga saat ini obat untuk penyakit Alzheimer belum ditemukan. Sementara itu obat yang ada hanya bermanfaat untuk membantu meringankan gejala yang muncul. Kadang juga ditambahkan dengan obat antidepresan untuk mengatasi kondisi-kondisi seperti kecemasan, depresi, mudah marah, dan masalah perilaku lainnya.

4. Penyakit jantung meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
    Bahkan tidak hanya penyakit jantung, tapi juga kondisi lain yang menjadi penyebab penyakit jantung pun bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer. Dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, diet yang buruk, hingga gaya hidup yang tidak sehat.

5. Lama harapan hidup penderita penyakit Alzheimer sangat bervariasi.
    National Institute of Aging (NIA) di AS memprediksi bahwa orang dewasa yang lebih tua memiliki harapan hidup tiga hingga empat tahun setelah terkena penyakit Alzheimer. Sementara orang dewasa muda mampu bertahan hidup selama 10 tahun atau lebih.

6. Belajar dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.
    Ini adalah hasil penelitian dari NIA yang menemukan bahwa makin banyak kita belajar, makin rendah risiko kita terkena penyakit Alzheimer. Penjelasannya, kegiatan belajar yang menggunakan otak hingga di usia tua akan menjaga otak tetap aktif. Karena itu perbanyaklah kegiatan belajar seperti membaca, menghapal, memainkan alat musik, berdiskusi kelompok, hingga berinteraksi dengan orang lain.

TANDA DAN GEJALA
Tahap awal
  • Kehilangan memori jangka pendek (mudah lupa dengan percakapan yang belum lama dilakukan, menanyakan atau menceritakan hal-hal yang sama berulang kali).
  • Sering bingung, bahkan linglung sehingga sulit membuat keputusan dan sering tersesat.
  • Sering salah menaruh barang di tempat yang tidak seharusnya, misalnya menaruh piring di mesin cuci.
  • Sulit merangkai kata-kata. 
  • Tidak tertarik untuk melakukan aktivitas yang dulunya sangat disukai.
  • Lebih senang berdiam diri dan enggan mencoba hal baru.
  • Suasana hati sering berubah-ubah.           
Tahap pertengahan
  • Sulit mengingat nama keluarga atau teman-teman terdekatnya.
  • Tanda-tanda di tahap awal makin berat tingkatnya.
  • Perilaku impulsif, repetitif, atau obsesif.
  • Mulai mengalami delusi dan halusinasi.
  • Kesulitan melakukan tugas tata ruang, seperti menilai jarak.
  • Mulai butuh bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, dan menggunakan toilet.
Tahap akhir
  • Kesulitan makan dan menelan (disfagia).
  • Butuh bantuan bahkan hanya untuk mengubah posisi atau bergerak.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.
  • Sering ngompol atau buang air besar tidak disengaja.
  • Berkomunikasi makin sulit, emosi dan sifat juga berubah.
  • Tidak mampu lagi beraktivitas normal akibat hilangnya ingatan mengenai tahapan melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, dan buang air besar.
 
 

About Us

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Wealth Management Group
Menara Mandiri 1 Lantai 22-23
Jln. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Senayan, Jakarta
12190