MSG, MASIHKAH KONTROVERSIAL?

MSG, MASIHKAH KONTROVERSIAL?

23 May 2022 11:41

Dalam dunia kuliner, Anda pasti sering menjumpai penggunaan MSG sebagai bagian dari penyedap masakan. Monosodium Glutamate (MSG) adalah bahan tambahan atau penguat rasa yang biasa digunakan untuk meningkatkan rasa gurih dari makanan. 

MSG berasal dari asam amino glutamat atau asam glutamat, yang merupakan asam amino paling melimpah di alam. Asam glutamat ditemukan dalam bahan nabati seperti tomat dan rumput laut, serta dalam produk hewani, seperti daging dan keju. Asam glutamat adalah molekul utama yang bertanggung jawab membentuk cita rasa umami, yaitu salah satu dari 5 rasa dasar yang dirasakan manusia (4 lainnya adalah asam, manis, pahit, dan asin). Umami inilah yang memberikan makanan gurih yang kaya dan lezat. 

Secara kimia, MSG merupakan bubuk kristal putih yang menyerupai garam meja atau gula. Zat ini menggabungkan natrium dan asam glutamat, yang dikenal dengan garam natrium. Asam glutamat dalam MSG bisa dibuat dengan fermentasi pati atau dari tetes tebu. 

 

SEJARAH PENEMUANNYA 

Pada tahun 1908, ilmuwan Jepang Profesor Kikunae Ikeda menemukan asam glutamat sebagai komponen rasa. Profesor Ikeda mengembangkan pemikirannya mengenai apa yang membuat kaldu rumput laut yang dikonsumsinya terasa gurih meskipun tidak mengandung produk hewani. Hal ini membuatnya berinisiatif untuk menyaring kaldu tersebut yang kemudian menghasilkan kristal putih, yang ketika dianalisis ternyata adalah glutamat. 

Untuk memastikan bahwa glutamat yang diionisasi adalah penyebab rasa umami, Profesor Ikeda mempelajari berbagai sifat rasa garam glutamat seperti kalsium, kalium, dan magnesium glutamat. Semua garam menghasilkan rasa umami selain ada juga rasa logam tertentu akibat adanya mineral lain dalam garam tersebut. Di antara garam-garam itu, sodium glutamat adalah yang paling mudah larut dan sedap, serta mudah dikristalkan. Profesor Ikeda menamakan produk ini "Monosodium Glutamate" yang disingkat MSG. Ia pun mengajukan paten untuk produk ini. 

 

PRO DAN KONTRA PENGGUNAANNYA

Rasa lezat umami yang dihasilkan oleh MSG pada masakan memang lebih menggugah selera. Namun banyak juga yang percaya bahwa menggunakan tambahan MSG pada masakan akan menimbulkan efek buruk pada tubuh.   

Penggunaan MSG dalam masakan sebetulnya tidak semengerikan yang disebutkan, karena pada dasarnya MSG juga bisa kita temukan secara alami di dalam bahan makanan. Seperti halnya garam dan merica, penggunaan MSG sebagai penyedap rasa makanan sebenarnya aman-aman saja. Namun, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1,7 gram per hari agar efek samping atau dampak buruk dari konsumsi MSG bisa dihindari. Hal yang menyebabkan MSG dianggap berbahaya pada tubuh adalah terkadang kita menggunakannya dengan berlebihan, dan hal ini memang dapat menimbulkan berbagai reaksi yang buruk seperti, sakit kepala, mual, bahkan obesitas dan hipertensi.

 

UMAMI YANG LEBIH AMAN 

Jika masih merasa tidak nyaman menggunakan tambahan produk MSG pada masakan namun ingin mendapatkan rasa umami, Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami. Beberapa bahan yang bisa menghasilkan efek umami pada masakan antara lain seperti daging sapi, rumput laut, kecap asin, keju parmesan atau tomat. 

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan MSG alami pada makanan yang mengandung protein tinggi. Jadi dalam masakan yang Anda olah, tambahkan bahan berprotein, sedikit irisan daging atau potongan tulang. Cara lain untuk memberi rasa umami pada masakan asin yaitu tambahkan sedikit gula dalam masakan. Campuran garam dan gula bisa memberi rasa umami yang tak kalah lezat.

Namun tetap perlu diingat bahwa konsumsi makanan apapun apabila berlebihan tetap akan menimbulkan efek buruk pada tubuh. Jadi, selalu perhatikan pola makan agar tetap sehat.


 

About Us

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Wealth Management Group
Menara Mandiri 1 Lantai 22-23
Jln. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Senayan, Jakarta
12190