Daily market Wrap

Daily market Wrap

05 Aug 2021 10:37




 Global News
1. Pergerakan Wall Street kembali bervariasi dengan sebagian besar indeks ditutup melemah. Koreksi pada dua indeks utama terjadi setelah data terbaru mengisyaratkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan pada bulan Juli.
 
2. IMP Non-Manufaktur ISM Amerika naik menjadi 64,1 pada Juli 2021, dari 60,1 pada bulan sebelumnya dan jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 60,5. Angka terbaru menunjukkan laju ekspansi paling tajam di sektor jasa sejak rekor yang sebanding dimulai pada tahun 1997.
 
3. Bank sentral Brasil pada hari Rabu mengumumkan kenaikan suku bunga keempat pada tahun 2021 dan terbesar dalam hampir dua dekade, menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin menjadi 5,25%. Komite bertujuan untuk mencegah inflasi tinggi saat ini meluas ke tahun depan dan memperkirakan penyesuaian lain dengan besaran yang sama pada bulan September.
 
4. Laporan ketenagakerjaan Automatic Data Processing Inc (ADP), yang dirilis sebelum pengumuman data pekerjaan AS pada hari Jumat nanti, menunjukkan daftar gaji AS pada Juli meningkat sebesar 330.000. Jumlah itu kurang dari setengah dari yang diharapkan.
 
5. Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan, Kota New York akan menjadi kota besar pertama di Amerika Serikat yang mensyaratkan bukti vaksinasi Covid-19 di restoran, pusat kebugaran dan bisnis lainnya.

Domestic News
1. IHSG melanjutkan gerak positif dengan kenaikan 0,46% ke level 6.159,04 pada perdagangan Rabu (4/8). Hal ini menjadikan IHSG menguat secara berturut-turut dalam tiga hari perdagangan terakhir.
 
2. Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan juga Ketua Umum Jaringan Usahawan Independen Indonesia (JUSINDO) Sutrisno Iwanto mengatakan, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 kemungkinan hanya akan tumbuh antara 1,7% sampai 2,5%.
 
3. Pada perdagangan Rabu kemarin, rupiah berhasil melanjutkan catatan positif. Di pasar spot, rupiah berhasil ditutup menguat 0,19% ke Rp 14.312 per dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, rupiah sudah menguat dalam enam hari berturut-turut.
 
4. Investor masih menunggu rilis data PDB Indonesia pada kuartal kedua 2021 yang diproyeksikan lebih baik dari kuartal pertama 2021. Kemungkinan angka pertumbuhannya ada di 6%-8% yoy. Data tersebuat akan rilis hari ini.
 
5. Angka Covid-19 di Indonesia yang sudah menunjukkan tren penurunan berpotensi mengangkat kinerja obligasi Indonesia. Apalagi, likuiditas masih berlimpah. Jadi aset kelas yang menarik dan bisa dikatakan risiko default lumayan rendah, adalah obligasi negara (SUN).
 

About Us

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Wealth Management Group
Menara Mandiri 1 Lantai 22-23
Jln. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Senayan, Jakarta
12190