Weekly WISEtopedia #29

Weekly WISEtopedia #29

04 Aug 2021 15:52

Sektor New Economy

Seiring perkembangannya jaman, industri atau sektor yang berbasis teknologi diyakinkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga sering disebut sebagai sektor new economy. Indonesia memiliki potensi besar untuk new economy sehingga saham yang bergerak di bidang ini bisa menjadi keunggulan dalam mengelola portofolio reksadana.

Old Economy vs New Economy

Old Economy merupakan sektor unggulan dengan pertumbuhan substansial seiring dengan meluasnya industrialisasi di seluruh dunia, namun, sektor ini tidak bergantung pada teknologi. Contoh industri old economy termasuk baja, pertanian, dan manufaktur. Sedangkan New Economy merupakan industri baru berbasis teknologi dengan pertumbuhan yang tinggi dan diyakini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas.

Jika dilihat secara global, indeks saham yang memiliki bobot sektor teknologi terbesar memiliki kinerja yang lebih baik. Bisa dilihat dari pengembangan di negara Amerika, saat ini saham new economy mendominasi kapitalisasi pasar AS terbesar. Saham Apple, Microsoft, Amazon, Facebook ada di daftar kapitalisasi pasar saham terbesar AS saat ini. Berbeda dengan 10 tahun lalu saat old economy masih mendominasi kapitalisasi pasar.

Bagaimana Potensi Indonesia dalam Sektor New Economy ini?

Indonesia memiliki potensi new economy yang sangat tinggi. Produk domestik bruto (PDB), jumlah populasi negara, dan jumlah populasi yang telah terpenetrasi oleh Internet menjadi salah satu katalis yang membuat Indonesia tidak kalah dibanding negara emerging market lain, khususnya di ASEAN. Jika di lihat dalam scope US dolar, PDB per kapita Indonesia menempati posisi tertinggi kedua setelah Thailand.

Selain itu, banyaknya perusahaan unicorn yang hadir di Indonesia juga menjadi salah satu faktor besarnya potensi ini. Jika total valuasi 7 dari 13 unicorn di Indonesia digabungkan bisa mencapai US$38,2 miliar. Perubahan struktur pasar modal Indonesia dapat menjadi nilai positif jika bobot indeks saham didominasi dengan perusahaan berbasis new economy. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan didominasi perusahaan new economy ber-kapitalisasi besar setelah beberapa unicorn menawarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, 6 dari 30 perusahaan terbesar di IHSG adalah perusahaan new economy. Namun seiring perubahan jaman, para unicorn mulai masuk ke bursa. Perubahan terjadi di mana ada penambahan perusahaan new economy di akhir 2021 menjadi 9 emiten. Perusahaan Unicorn yang diprediksikan segera menawarkan saham perdana (IPO) dalam waktu dekat adalah Bukalapak, GoTo (Gojek-Tokopedia), J&T Express, dan Traveloka.

Tabel Kapitalisasi Terbesar IHSG Sebelum dan Sesudah IPO Unicorn
 


Kemudian, dari sisi kinerja, saham new economy sudah naik 214,1% YTD atau selama 6 bulan terakhir. Jika dibandingkan dengan indeks saham Indonesia, IHSG turun 1,5% dan LQ45 turun 12,9%. Saham-saham yang dibilang masuk dalam new economy adalah FREN, DCII, ARTO, BANK, EMTK, LINK, EXCL, TBIG dan TOWR.

Grafik Kinerja Saham New Economy vs IHSG & LQ45

(*As of Jan 20 - Jun 21)


 

Dampaknya ke Pasar Modal

Para investor global sudah mulai melirik sektor new economy karena potensinya yang sangat besar dan dapat berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Indonesia memiliki keuntungan yang bisa menjadi modal utama dalam perkembangan sektor new economy. Rencana IPO beberapa saham teknologi Indonesia menjadi hal yang positif, karena ini dapat menjadi katalis yang menarik minat investor, baik asing maupun domestik, untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

Dengan potensi new economy dan perusahaan digital yang besar di Indonesia, saham perusahaan teknologi Indonesia akan mendapat perhatian dari investor asing. Potensi aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia akan berdampak positif pada kinerja IHSG. Tidak hanya bagi pasar saham, potensi arus portofolio juga dapat berdampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia ke depannya. Beberapa rekomendasi saham yang patut dilirik investor adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO).???????

Sektor new economy menjadi topik yang hangat dibicarakan di pasar saham seiring dengan rencana IPO perusahaan teknologi Indonesia. Potensi yang dimiliki negara Indonesia terhadap new economy sangat tinggi karena banyaknya perusahaan unicorn yang hadir. Jika dilihat, kinerja saham teknologi sudah melampaui kinerja indeks saham IHSG dan LQ45 dengan margin yang cukup jauh. Sehingga, para investor asing mulai masuk ke pasar saham dalam negeri dan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

Ditulis oleh Asset Allocation & Research, Wealth Management Group Bank Mandiri, Sources: Investopedia, various news outlet

About Us

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Wealth Management Group
Menara Mandiri 1 Lantai 22-23
Jln. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Senayan, Jakarta
12190